-->

Nyeck Nyobe yang Pantang ‘Pundung’

Nyeck Nyobe

Olahragapluskesehatan, Nyeck Nyobe yang Pantang ‘Pundung’ - Menyusun skuad yang kuat, kokoh di belakang, tajam di depan, Arcan Iurie pelatih Persib 2007 tak sembarangan memilih pemain asing. Kegagalan musim sebelumnya jadi pembelajaran Iurie untuk berbenah menyongsong musim baru.

Manajemen Persib terbilang loyal dalam memenuhi kebutuhan pelatih. Lima pemain asing dilabeli kelas satu, Redouane Barkaoui, Patricio Jimenez, Lorenzo Cabanas dan dua Kamerun Christian Bekamenga, Nyeck Nyobe.

Khusus nama terakhir, Nyeck punya kisah tentang bagaimana ia dibuang hingga jadi bumerang untuk Persib sendiri. Karma berlaku.

Nyeck dan kolega sempat berjaya di setengah musim kompetisi (2007/2008). Mengumpulkan 36 poin dari 11 menang, 3 imbang, dan 3 kalah. Bobotoh boleh bermimpi untuk bisa menuntaskan dahaga gelar, “ini saatnya mengangkat trofi”.

Namun siapa sangka, mimpi tersebut menjadi angan semata. Keputusan mengejutkan dari sang arsitek asal Moldova membuang Nyeck Nyobe secara halus ke Persela Lamongan dengan embel-embel peminjaman.

Iurie lebih memilih mendatangkan asing posisi gelandang Leontin Chitescu ke Bandung. Sebagai seorang profesional, Nyeck pasrah akan persetujuan dua klub ia harus menerima kenyataan disisihkan dalam upaya perburuan gelar.

Situasi tersebut dianggap menjadi biang keladi kegagalan Persib konsisten di putaran kedua. Suasana tim tak sekondusif sebelumnya, Bekamenga kehilangan rekan senegara yang paling dekat. Hal itu membuat mood-nya menurun dan mempengaruhi kualitasnya di lapangan hijau. Jangan kan juara, menembus babak 8 besar saja sulit.

Bobotoh kemudian menuntut manajemen agar pemain bernomor punggung 14 kembali di musim baru (2008/2009). Negosiasi alot dilakukan, walau sempat terbuang, tak membuat Nyeck pundung, kembali ia mau dibujuk berbaju Persib di bawah arahan pelatih Jaya Hartono.


Jiwa besar Nyeck Nyobe, meski pernah disakiti ia fokus kepada apa yang dituju di depan, menyimpan dalam-dalam kenangan buruk, berjuang bersama klub yang pernah membuangnya. Bagaimana pun kehidupan harus terus berlanjut.

Nyeck seakan melupakan pembuangannya di masa lalu, perjalanan Nyeck di musim kedua bersama Maung Bandung tetap mengesankan kala diduetkan bareng Nova Arianto dan Maman Abdulrahman.

Satu gol fantastis yang diingat, tendangan canon ball nya dari jarak 45 meter bersarang di gawang PSMS yang dikawal Markus Haris Maulana. Stadion Si Jalak Harupat (13/5/2009).

Pada akhir musim Persib finis di posisi tiga. Memiliki poin yang sama dengan tim runner-up Persiwa hanya kalah dalam selisih gol. Nyeck pun menyudahi kebersamaan di Persib total mencatat 4.009 menit bermain dari 47 penampilan mencetak 2 gol.
Editor: Sandi PriyadiAdmin Candil Kuya
simamaung

Baca juga

Post a comment