-->

Asyiknya Bermain Paralayang


TERBANG sambil menikmati pemandangan alam jagat raya yang ada di bawah, serta merasakan terpaan angin secara langsung pada saat bermain paralayang tentunya mengasyikkan.  Itulah yang dirasakan oleh klub paralayang Papatong ketika ditanya oleh wartawan majalah Sportainment and Health. Olahraga udara ini dianggap sebagai hobi bagi para penerbang Papatong.
Olahraga paralayang ini menggunakan alat terbang yang disebut paramotor bermesin. Ada dua macam, yaitu paramotor yang hanya menggunakan kaki  pada saat take off,  ada juga dengan cara duduk. Jadi, di tempat duduknya diberi roda. Nah, paramotor yang ada kursinya itu disebut dengan paratrike.
Sipapun bisa menjadi pemain paralayang dengan syarat sehat fisik dan rohani serta berat badan yang cukup. Peralatan dalam paralayang baik itu parasut maupun paramotornya disesuaikan dengan berat si penerbang. Minimal berat badan 50 kg untuk parasut sudah bisa. Tapi idealnya itu berkisar 60-80 kg untuk terbang solo atau terbang sendiri tanpa pendamping.  Penerbang bukan hanya laki-laki saja, kaum hawa juga banyak menjadi penerbang paralayang.
Olahraga paralayang kian diminati, salah satunya paralayang di kawasan Malang. (foto: google)

Sayangnya, orang yang berpenyakit jantung tidak diperbolehkan dalam olahraga paralayang. Para penerbang diharuskan pula  menjaga kardio. Walaupun terlihat seperti olahraga hobi  tapi sebetulnya juga dibutuhkan ketahanan fisik yang cukup.
            Hal yang biasanya dilakukan oleh klub Papatong adalah dengan cara mengharuskan mendaki gunung, berjalan kaki yang penekanannya aspek fisik, yaitu  yang fun,tanpa harus ngegym. Cukup dengan mendaki gunung dengan cara jalan kaki, jika telah sampai di puncak maka mereka akan terbang dari atas gunung. Kegiatan ini biasanya mereka sebut dengan high and fly.
            Walaupun paralayang ini belum  masuk ke dalam olimpiade, tetapi pada even Porda (Pekan Olahraga Daerah), PON (Pekan Olahraga Nasional), Sea Games (Southeast Asian Games), dan Asian Games, paralayang sudah masuk ke dalam cabang olah raga prestasi itu.
“Selain itu Indonesia juga selalu juara di tingkat dunia,” tutur Sugeng Riyadi, ketua klub Papatong yang akrab disapa Sudi. “Banyak atlet-atlet yang masuk tingkat satu sampai sepuluh,” tambahnya menjelaskan di stand paralayang di lapangan udara Husein.
            Jika belajar paralayang didasarkan hobi maka tidak butuh waktu lama untuk mengusai nya. Siswa boleh memilih untuk sekadar terbang tendem (memakai pendamping) atau terbang solo.
            Untuk terbang solo harus memiliki lisensi ijin terbang. Biasanya savety officer atau orang yang bertanggung jawab di satu side (sisi) atau venue (lokasi) akan menanyakan tingkatan lisensi atlet.
            Lisensi tingkat 1 untuk siswa yang harus terbang minimal 40 kali terbang di tempat yang berbeda. Setelah itu siswa berhak mengikuti ujian tertulis untuk mendapatkan lisensi Pl 1 (pilot tingkat 1). Lisensi juga yang menentukan tipe parasut mana yang boleh digunakan.
            Kalau hanya untuk sekadar bisa bermain paralayang, dalam jangka waktu satu bulan sudah cukup. Tetapi dengan catatan siswa harus punya waktu satu bulan untuk full latihan. Biasanya siswa hanya punya waktu latihan di weekend. Jadi, proses menguasai olahraga ini bisa sampai dua bulan, tiga bulan, empat bulan, bahkan setahun. (Rika Ilma Putri/ S&H)

Baca juga

Post a comment